JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) pada September 2019 mengalami deflasi 0,27 persen. Angka realisasi ini lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 0,18 persen.
Direktur Riset Center of Reform and Economics (Core) Pieter Abdullah mengatakan, penurunan ini terjadi mengikuti tren tahunannya. Pasalnya, setiap tahunnya untuk periode September sejak 2016 selalu terjadi deflasi.
"Ini pola musiman saja. Pada bulan September memang polanya harga turun," ujarnya kepada iNews.id, Selasa (1/10/2019).
Sementara itu, Pieter menambahkan, realisasi deflasi yang lebih tinggi pada September tahun ini disebabkan oleh adanya kelebihan beberapa jenis komoditas. Hal ini kemudian menyebabkan terjadinya deflasi yang cukup tinggi terhadap kelompok bahan makanan.
"Selain pola musiman ada juga komoditas pangan yang kelebihan suplai yaitu ayam dan telur, jadi harga-harga turun," katanya.
Lalu, penurunan IHK yang lebih dalam ini juga disebabkan inflasi yang lebih tinggi terjadi pada Agustus 2019 dibanding Agustus 2018. Dimana pada Agustus 2019 terjadi inflasi sebesar 0,12 persen dan Agustus 2018 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen.
"Pola tahunannya sama," ucapnya.