Singapura Resesi, Mendag Sebut Tak Berdampak Besar ke Perdagangan Indonesia

Ferdi Rantung
Kemendag memperkirakan dampak langsung resesi ekonomi Singapura terhadap Indonesia tidak akan begitu berpengaruh signifikan. (Foto: AFP)

Seperti diketahui, ekonomi Singapura mengalami resesi pada kuartal II 2020, setelah produk domestik bruto (PDB) negara tersebut mengalami kontraksi sebesar 41,2 persen (quarter-on-quarter/qtq) atau tumbuh minus 12,6 persen (year-on-year/yoy).

Agus melanjutkan, selama pandemi Covid-19 perdagangan Indonesia dan Singapura mengalami penurunan. Berdasarkan data yang ada, pada periode Januari sampai Mei perdagangan dengan Singapura turun sebesar 11,6 persen. 

"Akibat Covid-19 dari segi ekspor turun 7 persen, sedangkan impor turun 20 persen,” tuturnya.

Meski beberapa komoditas permintaannya turun, Agus menyebut, beberapa produk malah tumbuh saat pandemi. Produk ini di antaranya makanan dan minuman (mamin) olahan, alat kesehatan dan produk pertanian, perikanan dan agroindustri. Sementara itu, yang sedang pulih saat ini, otomotif, elektronik dan besi baja.

"Selain itu, ada produk baru yang tumbuh secara signifikan selama pademi yaitu produk farmasi," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
5 hari lalu

BMKG Ungkap Penyebab Asap Karhutla Kalimantan Bisa Terbawa sampai Malaysia-Singapura

5 hari lalu

Kabut Asap dan Panas, Masjid-Masjid di Singapura Persingkat Pelaksanaan Salat Jumat

5 hari lalu

Asap Karhutla Ganggu Malaysia-Singapura, BNPB Minta Jangan Saling Menyalahkan

11 hari lalu

Pramono Minta Pasar Kramat Jati Ditata usai Pelajar Tewas Tertabrak Truk 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal