Menkeu Sri Mulyani mengajukan tambahan PMN sebesar Rp15,5 triliun untuk 3 BUMN, mulai dari Garuda Indonesia, Hutama Karya, dan Badan Bank Tanah. (Foto: Antara)
Michelle Natalia

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp15,5 triliun untuk tiga badan usaha milik negara (BUMN). Hal tersebut dia sampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, hari ini, Kamis (22/9/2022). 

Adapun ketiga perusahaan pelat merah tersebut di antaranya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan Badan Bank Tanah

"Dalam Undang-Undang APBN di mana ada cadangan pembiayaan sebesar Rp21,48 triliun, itu kami mengusulkan (saldonya) diambil dari situ," ujar Sri Mulyani. 

Garuda Indonesia diusulkan mendapatkan tambahan PMN sebesar Rp7,5 triliun. Namun, dia mengakui bahwa usulan tersebut belum didalami lebih jauh. 

"Untuk Hutama Karya kita mengajukan tambahan lagi PMN dari cadangan pembiayaan sebesar Rp7,5 triliun. Ini juga belum dibahas dan ini yang nanti akan kami sampaikan," kata dia.

Di sisi lain, usulan untuk Badan Bank Tanah sebesar Rp500 miliar yang berasal dari cadangan pembiayaan. "Pembentukan Badan Bank Tanah ini adalah mandat Undang-undang Cipta Kerja," ucap Sri Mulyani. 

Tak hanya itu, Sri Mulyani turut mengusulkan tambahan PMN yang berasal dari barang milik negara (BMN) kepada delapan BUMN.

Delapan BUMN ini antara lain PT Bio Farma (Persero), PT Hutama Karya (Persero), Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi (AirNav Indonesia), Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta, PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pertamina (Persero), dan PT Sejahtera Eka Graha.

"Kita tetap akan mengikuti peraturan pemerintah, baik yang diatur dalam Undang-Undang APBN maupun peraturan terutama menyangkut harga tanah," ucap Sri Mulyani. 


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT