Sri Mulyani: Pemerintah Tidak Ugal-Ugalan Kelola Utang

Antara
Menkeu Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah tidak ugal-ugalan dalam mengelola utang, termasuk untuk pembiayaan program penanganan Covid-19. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Di lihat dari sisi ekonomi politik, utang dianggap momok menakutkan karena pihak yang menjadi debitur bisa memiliki rasa ketergantungan politik tinggi kepada sang peminjam. Namun, pemerintah berkali-kali menjamin pengelolaan utang dan pembiayaan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif bukan konsumtif.

Selain itu, utang dibutuhkan untuk menutup defisit anggaran, mengingat sumber pendapatan negara dari sektor pajak tidak sepenuhnya mencukupi untuk membiayai program pemerintah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah tidak ugal-ugalan dalam mengelola utang, termasuk untuk pembiayaan program penanganan Covid-19.

"Jadi dalam mengelola keuangan negara, kita tidak hanya melihat satu rumus, satu kebutuhan dan tujuan. Selalu saya tekankan, fiskal itu instrumen, dia bukan tujuan tapi tidak berarti kita ugal-ugalan," ujarnya.

Sri Mulyani menjelaskan, pembiayaan tersebut dibutuhkan karena dalam situasi ekonomi saat ini kebutuhan belanja yang dibutuhkan sangat besar, padahal penerimaan negara merosot.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
18 hari lalu

Pemerintah Tarik Utang Rp506 Triliun hingga Agustus 2026, Ini Rinciannya

21 hari lalu

Purbaya Sadewa Sebut Bisa Tidur Nyenyak Usai Lepas Jabatan Menkeu

22 hari lalu

Suahasil Ungkap Arahan Khusus dari Prabowo usai Dilantik Jadi Menkeu

22 hari lalu

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal