Stafsus Sri Mulyani: Sekarang Bukan Saatnya Berdebat Indonesia Resesi atau Tidak

Fadel Prayoga
Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 mendorong banyak negara masuk jurang resesi. Suatu negara dikatakan resesi jika pertumbuhan ekonomi dua kuartal beruntun negatif.

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menyebut ancaman resesi terhadap ekonomi Indonesia sudah tak perlu diperdebatkan. Yang penting sekarang bagaimana pemerintah bisa hadir untuk menolong masyarakat yang kesulitan di tengah ancaman resesi.

Pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen. Jika kuartal III kembali minus, maka Indonesia resmi masuk jurang resesi.

“Kalau perdebatan kita saat ini adalah resesi atau tidak resesi. Yang penting sekarang bagaimana negara betul-betul hadir di saat market lumpuh,” kata Yustinus saat diskusi virtual, Selasa (25/8/2020).

Dia menyatakan pemerintah sudah memiliki strategi agar Indonesia nantinya keluar dari krisis ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19 ini. Dia yakin prospek ekonomi Indonesia cukup baik.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Purbaya: RI Jauh dari Krisis, Ekonomi Tumbuh 6 Persen Seharusnya Tak Sulit

Nasional
11 hari lalu

Strategi Prabowo Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%, dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Nasional
1 bulan lalu

Pengumuman THR PNS 2026 Tunggu Prabowo Pulang, Begini Rinciannya

Nasional
1 bulan lalu

Purbaya Lapor APBN Defisit Rp54,6 Triliun per Januari 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal