Hal ini membuktikan bila stok beras di pasaran masih aman dan Bulog masih memiliki stok cadangan beras sebesar 2,1 juta ton di gudang. Buwas, sapaan akrabnya, memprediksi bila panen pada 2020 akan datang di April atau Mei karena masa tanam padi mundur akibat kemarau, tapi dirinya mengaku optimis dengan ketersediaan stok beras Tanah Air karena Bulog memiliki stok melimpah.
"Faktanya beras ini tersedia banyak baik di pasar maupun di Bulog, di retail juga banyak beras. Sampai hari ini harga relatif masih stabil ini menbuktikan bahwa produksi beras kita cukup dengan kemarau panjang yang seharusnya Desember ini sudah mulai terjadi kenaikan dan produksi yang menipis, tapi hari ini di pasaran masih banyak stok beras seperti di food station di Pasar Induk Cipinang, berarti ukurannya ya masih aman," ucapnya.
Tidak hanya model bisnis yang diubah, Bulog turut melakukan inovasi di sektor penyimpanan barang melalui modernisasi gudang di semua daerah. Selain itu, mereka menghadirkan produk unggulan dan berbeda dibanding kompetitor lainnya dengan peluncuran beras berfortivikasi, yakni beras yang mengandung vitamin.
Usaha ini diyakini bakal menambah daya saing produk Bulog disektor komersial dan mengukuhkan namanya menjadi raja bahan pokok dalam negeri. Namun tetap menjalankan kewajibannya sebagai tangan kanan pemerintah menyebarkan bahan pangan pokok bagi masyarakat kurang mampu.