Tertinggi Sejak Januari 2008, Impor Juli 2018 Naik 18,27 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Juli 2018 sebesar 18,27 miliar dolar AS tertinggi sejak Januari 2008. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

"Impor lebih didominasi bahan baku dan penolong serta barang modal," kata dia.

Adapun impor barang konsumsi yang mengalami kenaikan pada bulan ini seperti beras dari Thailand, apel dari China, daging dari India, dan beberapa jenis obat-obatan.  Sementata, bahan baku yang mengalami kenaikan yaitu kapas dari AS mencapai 176 juta dolar AS, bungkil kedelai, dan beberapa bahan kimia potassium chloride, dan bahan kimia organik untuk bahan baku.

"Barang modal naik dengan harapan dapatn naikkan investasi dan tumbuhkan ekonomi. Ada beberapa barang modal berupa mesin yang kita impor dari China, portable receiver, dan beberapa jenis kendaraan, dan ekskavator," ucapnya.

Dengan demkian, nilai impor kumulatif periode Januari-Juli 2018 sebesar 107,32 miliar dolar AS. Meningkat 24,48 persen dibandingkan periode yabg sama tahun sebelumnya. Peningkatan terjadi pada impor migas 24,51 perseb sebesar 3,24 miliar dolar AS dan non migas 24,47 persen sebesar 17,81 miliar dolar AS.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Makro
3 hari lalu

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk RI Turun per September 2025, Kota Penyumbang Terbesar

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Ungkap Bahaya Negara Ketergantungan Impor di Tengah Konflik Global

Nasional
2 bulan lalu

Mentan Bongkar Penyelundupan 72 Ton Bawang Bombai Impor Ilegal: Harus Ditindak Tegas!

Nasional
2 bulan lalu

RI-Eurasia Teken Kesepakatan Perdagangan Bebas, Perluas Pasar Sawit hingga Tekstil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal