The Fed Kembali Tahan Suku Bunga di 5,25-5,5 Persen

Dinar Fitra Maghiszha
Gubernur The Fed, Jerome Powell. (Foto: AFP)

Namun jika suku bunga tinggi dibiarkan terlalu lama, maka hal ini berisiko memicu perlambatan ekonomi yang parah, bahkan resesi.

Sejatinya tingkat inflasi AS telah melambat sejak menemui puncaknya dua tahun lalu, yakni turun menjadi 3,2 persen pada Februari 2024. Hal ini memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar terkait kapan The Fed harus mulai memangkas suku bunga.

Adapun, The Fed ingin melihat inflasi AS kembali ke target sebesar 2 persen, namun kenaikan harga di bawah pemerintahan Joe Biden masih banyak terjadi di berbagai wilayah, sekaligus meningkat lebih cepat dari perkiraan.

Untuk saat ini, perekonomian di AS secara mengejutkan masih bertahan dengan baik, meskipun berada di fase suku bunga tinggi, sehingga hal ini mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk segera mengambil tindakan.

Setelah pertemuan, para pejabat The Fed memproyeksikan ekonomi AS akan tumbuh 2,1 persen pada tahun 2024. Ini merupakan suatu perkiraan yang jauh lebih baik dibandingkan pada Desember lalu.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Defisit APBN Nyaris 3%, Ekonom: Masih Dalam Koridor yang Aman

Nasional
14 hari lalu

BPS: Diskon Tarif Transportasi saat Libur Nataru Belum Mampu Bendung Inflasi Desember 2025

Nasional
14 hari lalu

Inflasi Desember 2025 Capai 0,64%, Sepanjang Tahun Tembus 2,92%

Makro
17 hari lalu

Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh Stabil 5% di 2026, Daya Beli Jadi Sorotan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal