The Fed Tahan Suku Bunga, Ekonom: Momen Pas Stabilkan Rupiah

Michelle Natalia
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira. (Foto: dok. pri).

Selain itu, lanjutnya, minat investor untuk membeli surat utang pemerintah Indonesia/SBN juga semakin bagus, dan semakin banyak pula yang terserap di pasar.

"Ini bisa menstabilkan nilai tukar Rupiah dan membuat investor yang tadinya khawatir terhadap risiko moneter dan suku bunga mulai merealisasikan baik investasi portofolio maupun investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia," kata Bhima.

Dia menyebut, hal yang perlu diantisipasi saat ini adalah momentum pemilu di AS yang akan berlangsung di bulan November 2024. Itu menjadi salah satu risiko juga karena biasanya menjelang pemilu AS, kebijakan-kebijakan fiskal di AS cenderung cukup riskan. 

"Cukup bisa berpengaruh terhadap kebijakan geopolitik, kebijakan stabilitas makroekonomi global. Jadi tetap harus ada kewaspadaan meski tren suku bunganya sudah ditahan secara global," ungkap Bhima.

Bagi Indonesia, yang harus diperhatikan adalah bagaimana meningkatkan confidence investor dengan stabilitas politik, stabilitas keamanan menjelang Pemilu. 

Pemerintah juga disebut harus memberikan stimulus-stimulus agar investasi ke sektor riil-nya bisa terus berjalan dan tetap harus melakukan kewaspadaan karena risiko geopolitik global tetap akan memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia.

"Ini juga termasuk pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama seperti China, Jepang, itu juga akan berpengaruh terhadap devisa yang masuk di 2024. Itu harus kita sambut dengan kegembiraan, tetapi kita harus hati-hati dengan dinamika karena masih banyak yang akan terjadi di 2024," tutur Bhima.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

IHSG Tembus Rekor di 9.000, Purbaya: Naik Terus!

Nasional
14 jam lalu

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru! Sentuh Level 9.000 Pagi Ini

Nasional
2 hari lalu

Kemenkeu Lelang 4 Seri SUN Hari Ini, Target Raup Rp33 Triliun

Keuangan
3 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke Rp16.740 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal