Eric Yuan
Eric Yuan adalah pendiri perusahaan penyedia video conference Zoom. Dia memutuskan untuk menggratiskan layanan video conference dari perusahaannya di wilayah-wilayah yang paling terdampak virus korona mulai dari China hingga Italia. Dia sendiri sebetulnya bisa memiliki peningkatan pendapatan secara signifikan mengingat banyak perusahaan saat ini yang memanfaatkan teknologi video conference untuk melaksanakan pertemuan demi menghindari terjangkit virus korona. Namun demikian, dia berpandangan mengambil keuntungan di tengah situasi parah saat ini adalah budaya buruk.
Jim McKevley
Jim McKevley adalah pendiri dan salah satu direksi dari perusahaan layanan keuangan Square. Merespon virus korona, dia lebih memilih untuk menunda perjalanan bersama keluarganya ke Italia dan memilih untuk berdiam diri di rumah.
Stewart Rahr
Stewart Rahr sebelumnya adalah pendiri dari perusahaan farmasi Kinray yang mana merupakan perusahaan farmasi swasta terbesar di dunia sebelum akhirnya dibeli oleh Cardinal Health pada 2010 lalu. Mengenai virus korona, Stewart menyatakan dirinya tidak terlalu panik mengingat saat ini dirinya memiliki kondisi keuangan aman yang nantinya dapat mendukung dirinya untuk mengembangkan kesempatan baru.
Mohammed Dewji
Mohammed Dewji adalah CEO MeTL Group of Tanzania. Merespon virus korona, dia lebih memilih untuk menunda seluruh jadwal penerbangannya ke Eropa hingga AS. Selain itu, dia juga mengurangi kegiatannya yang melibatkan khalayak banyak dan menunda seluruh agenda kehadirannya di luar negeri.
Herbert Wertheim
Herbert Wertheim adalah pendiri dari Brain Power Inc. Rencananya Herbert akan menaiki kapal pesiar terbesar dunia The World, namun demikian rencananya tersebut tertunda karena penyebaran virus korona. Herbert sendiri mengakui virus korona cukup mengkhawatirkan bagi pergerakan ekonomi, akan tetapi dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan kesehatan badannya di tengah penyebaran virus korona.
Marc Benioff
Marc Benioff merupakan pendiri dari perusahaan cloud komputer Salesforce. Benioff mengungkapkan rencananya pihaknya akan terus membayar upah per jam pekerjaannya meski kebanyakan dari pekerjanya bekerja dari rumah sebagai imbas dari virus korona.