Tingginya Harga Komoditas Global dan Volatilitas Jadi Tantangan dalam Pemulihan Ekonomi

Anggie Ariesta
Sri Mulyani menyebut, komoditas merupakan tantangan kedua bagi pemulihan ekonomi. Meski harganya relatif tinggi, volatilitas akan mengganggu kegiatan ekonomi. (Foto: Istimewa)

"Jadi naik turunnya komoditas menjadi salah satu faktor yang akan mengganggu apa yang disebut momentum pemulihan," kata dia.

Selain itu, harga minyak Brent pernah mencapai tertinggi 126 dolar AS per barel, dan sekarang ada di level 99,8 dolar AS. Selain itu, CPO juga pernah mencapai 1.700 dolar AS/Ton sebelum turun ke 866 dolar AS dan sekarang kembali ke 950 dolar AS.

"Jadi ini adalah fenomena yang akan menjadi kehati-hatian, tidak hanya level namun volatilitas yang akan sangat mengganggu dan berdampak pada masyarakat dalam perekonomian," ucap Sri Mulyani.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

DPR Minta Transaksi Batu Bara Pakai Rupiah, Bukan Dolar AS

Nasional
8 hari lalu

JP Morgan Ungkap Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi Nomor 2 di Dunia

Nasional
8 hari lalu

Bapanas Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng di Tengah Stok CPO Melimpah

Nasional
21 hari lalu

Pemerintah Godok Skema Redam Lonjakan Harga Komoditas Global, Termasuk Plastik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal