Vaksin Covid-19 Digratiskan, Defisit APBN Bakal Semakin Lebar

Rina Anggraeni
Vaskin Covid-19. (Foto: Ilustrasi/Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 bagi seluruh masyarakat. Kebijakan ini dinilai memiliki konsekuensi, yakni defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang semakin lebar.

"Oleh karena Itu, saya kira pemerintah akan menambah anggaran untuk vaksinasi tidak dengan melakukan realokasi. Artinya defisit APBN yang akan melebar," kata Ekonom Core Piter Abdullah saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Dia berharap pelebaran defisit ini disampaikan dan dipahami masyarakat. Dengan begitu, tidak ada lagi protes atas anggaran khusus untuk vaksin Covid-19 gratis.

"APBN tentunya sudah ada alokasi untuk program-program tertentu diluar vaksinasi. Walaupun pasti ada juga dana untuk berjaga-berjaga tetapi tidak mungkin cukup untuk tambahan yang begitu besar," tuturnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya, mengatakan kebijakan ini berubah setelah menerima banyak masukan dari masyarakat. "Setelah melakukan kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara dapat saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Gratis tidak dikenakan biaya sama sekali,” ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Optimistis Defisit APBN 2026 Terjaga di 2,85 Persen, Ini Faktornya

57 tahun lalu

Purbaya Yakin Defisit APBN Tak Lebih dari 3 Persen: Harga Minyak Dunia Turun

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp180,4 Triliun per Mei 2026, Setara 0,7 Persen PDB

57 tahun lalu

Purbaya Lapor APBN Defisit Rp164,4 Triliun per April 2026 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal