Sementara itu, pihak perusahaan mengaku sudah melakukan perawatan lingkungan secara bertahap di lahan-lahan bekas galian penambangan nikel.
Penghentian ini menyusul sorotan tajam dari publik dan komunitas pemerhati lingkungan yang menilai aktivitas tambang di kawasan pariwisata dunia seperti Raja Ampat berpotensi merusak ekosistem.