Penutupan bandara tersebut terjadi setelah serangkaian serangan menyasar Riyadh dan fasilitas penerbangannya dalam beberapa hari terakhir. Laporan menyebut serangan sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang terluka. Terminal penumpang juga kembali terkena proyektil sehari setelah serangan besar tersebut.
Pada Senin (12/10/2026) malam waktu setempat, serangan kembali menargetkan ibu kota Riyadh. Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan telah mencegat rudal yang mengarah ke Bandara Internasional King Khalid.
Di tengah meningkatnya ketegangan, kelompok Houthi memperingatkan kemungkinan berlanjutnya serangan terhadap bandara-bandara di Arab Saudi. Kelompok tersebut juga meminta maskapai internasional menghindari sebagian besar bandara di kerajaan itu.
Selain fasilitas penerbangan, kelompok Houthi sebelumnya juga dilaporkan menyerang sejumlah bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi, termasuk kapal tanker di Laut Merah.
Penutupan Bandara Internasional King Khalid dan pembatalan penerbangan sejumlah maskapai menunjukkan dampak situasi keamanan terhadap perjalanan udara di Arab Saudi. Penumpang yang memiliki jadwal perjalanan menuju atau dari negara tersebut perlu memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing.