Pasca-bencana, petugas mengerahkan alat berat untuk membersihkan material lumpur dan longsoran yang menutup akses jalan menuju kawasan Kantor Bupati Solok. Pembersihan dilakukan untuk membuka kembali akses yang sempat tertutup material galodo.
Selain kawasan perkantoran, material banjir bandang juga menutup akses jalan Solok-Padang. Sejumlah titik lain di Kabupaten Solok turut dilanda longsor.
Di tengah proses penanganan, tim SAR gabungan bersama personel Brimob Polda Sumatera Barat masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang.
Warga tersebut diketahui bernama Dafa (20). Dia diduga terseret arus deras saat galodo menerjang kawasan Kayu Aro, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin malam.
Sebanyak 150 personel Brimob Polda Sumbar dikerahkan bersama Basarnas, BPBD, TNI, relawan, dan unsur gabungan lainnya. Tim melakukan penyisiran di dua lokasi, yakni Nagari Kayu Aro dan Koto Gaek.
Petugas juga memeriksa area puing bangunan yang terdampak terjangan lumpur, batu, dan kayu. Pencarian terhadap warga yang hilang masih terus dilakukan.
Hingga Selasa (22/9/2026), penanganan bencana masih berlangsung. Tim gabungan berfokus pada pencarian korban, pembersihan material, penanganan warga terdampak, serta pemulihan akses menuju kawasan pemerintahan Kabupaten Solok.