BARCELONA, iNews.id – Aksi demonstrasi di Barcelona, Spanyol, berubah menjadi kerusuhan besar pada Sabtu (24/10/2026) malam. Sejumlah kelompok massa melakukan perusakan fasilitas umum, menjarah pertokoan, membakar tempat sampah, hingga terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian.
Kerusuhan yang berpusat di sekitar Plaça de Catalunya, salah satu kawasan ramai di pusat kota Barcelona, mengakibatkan puluhan toko mengalami kerusakan. Petugas pemadam kebakaran juga harus menangani puluhan insiden kebakaran yang terjadi di sejumlah titik.
Polisi menangkap 128 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 72 orang di antaranya merupakan anak di bawah umur.
Aksi demonstrasi sebelumnya bermula dari seruan yang menyebar melalui media sosial, termasuk TikTok. Gerakan tersebut mengusung slogan anti-sistem atau against the system serta menggunakan nama “Institut Indignats”, yang terinspirasi dari gerakan “Lycées Indignés” di Prancis.
Gerakan tersebut digunakan untuk menggalang aksi protes pelajar dalam beberapa pekan terakhir. Namun, demonstrasi yang awalnya diserukan melalui media sosial itu kemudian berkembang menjadi aksi vandalisme, penjarahan, dan pembakaran fasilitas umum.