Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkomdigi Soroti Bahaya Medsos, Ungkap 45% Anak Pernah Alami Perundungan Siber
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Cuma Konten, Ini 7 Risiko Platform Digital bagi Anak Menurut Menkomdigi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:30:00 WIB
Bukan Cuma Konten, Ini 7 Risiko Platform Digital bagi Anak Menurut Menkomdigi
Menkomdigi Meutya Viada Hafid menyebut Instagram, YouTube, dan Threads sebagai platform berisiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian tujuh kategori risiko digital. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut Instagram, YouTube, Threads, dan seluruh platform grup Meta sebagai layanan digital berisiko tinggi bagi anak. Pemerintah menggunakan tujuh kategori risiko untuk menilai keamanan platform sekaligus menjadi dasar pembatasan akses anak terhadap layanan digital yang dinilai belum ramah anak.

Meutya mengatakan, pemerintah menerapkan pendekatan berbasis risiko atau risk-based approach dalam menentukan platform yang tidak boleh diakses anak-anak. Penilaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai potensi ancaman, mulai dari konten hingga perlindungan data pribadi.

“Platform YouTube kita anggap berisiko tinggi, berarti tidak boleh untuk anak-anak,” kata Meutya dalam diskusi publik bertajuk “Darurat Perundungan di Sekolah” yang digelar Kosgoro 1957 di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Dia menjelaskan, pendekatan Indonesia berbeda dengan Australia yang menetapkan sejumlah platform media sosial sebagai layanan yang dilarang bagi anak. Pemerintah Indonesia memilih menilai tingkat risiko masing-masing platform sebagai dasar penentuan pembatasan.

Meutya juga menegaskan, penilaian tersebut mencakup seluruh platform grup Meta, termasuk Instagram dan Threads.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut