Setelah mendaftar, peserta akan masuk dalam grup WhatsApp Layanan Hapus Tato di wilayah masing-masing dan wajib melakukan daftar ulang di lokasi kegiatan sebelum layanan dimulai. Layanan ini khusus bagi masyarakat dengan KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jabodetabek.
Prof. Bunyamin menyebut program ini sudah berjalan empat tahun, dengan hampir 2.000 peserta berhasil menghapus tatonya sejak pertama kali digelar. "Setiap kali diselenggarakan, pesertanya sangat banyak," ujarnya, menekankan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini.
Baznas/Bazis DKI menegaskan kegiatan ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap proses hijrah dan perubahan diri. Program ini menekankan kemudahan bagi masyarakat yang ingin meninggalkan tato sebagai bagian dari langkah spiritual.
Dengan layanan ini, Baznas DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya mendukung generasi muda dan masyarakat Jabodetabek untuk melakukan perubahan positif dalam hidup, khususnya menjelang Ramadan 2026.