BGN Larang Dapur MBG Pakai Produk Subsidi, Ratusan SPPG Diberhentikan Permanen

Danandaya Arya Putra
Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan aturan tegas terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: iNews TV

JAKARTA, iNews.id — Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan aturan tegas terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN melarang keras penggunaan seluruh jenis produk bersubsidi dalam proses pengolahan makanan di dapur MBG dan mewajibkan penggunaan bahan-bahan non-subsidi atau komersial.

Larangan tersebut mencakup berbagai kebutuhan pokok yang disubsidi pemerintah, mulai dari tabung gas LPG 3 kilogram (gas melon), minyak goreng MinyaKita, hingga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Tidak boleh ya! Tidak boleh masak untuk MBG memakai MinyaKita, tidak boleh memakai gas melon 3 kilo, dan tidak boleh memakai beras SPHP. Tidak boleh," kata Kepala BGN, Sudaryono, di kantornya, Senin (27/7/2026).

Sudaryono meminta masyarakat serta media massa untuk aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan dapur MBG yang membandel dengan tetap memanfaat bahan-bahan bersubsidi. Pihaknya tidak ragu melayangkan tindakan tegas hingga penutupan unit operasional tersebut.

"Kalau ada, misalnya awak media menemukan di sosmed silakan dilaporkan, dapur mana yang menggunakan MinyaKita. Nanti akan kita beri surat teguran dan peringatan. Kalau memang tetap ngeyel dan bandel, ya kita tutup dapurnya. Tidak boleh memakai barang subsidi," tegasnya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
22 jam lalu

BGN kembali Buka Hampir 1.000 Dapur MBG di Wilayah Terluar

1 hari lalu

BGN Targetkan 5.000 SPPG Terapkan MBG Prasmanan hingga Akhir 2026

2 hari lalu

BGN Setop Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, Ini Penyebabnya

2 hari lalu

91 SPPG Kena Suspend BGN gegara Belum Kembalikan Sisa Dana MBG Rp18 Miliar

3 hari lalu

Waspada Penipuan Catut BGN, Minta Uang Iming-Iming Buka Dapur MBG Lebih Cepat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal