Dampak Kemarau Panjang, Warga Tenjo Bogor Ikhtiar Salat Istisqa di Ponpes

iNews TV
Masyarakat di Bogor melangsungkan ikhtiar spiritual melalui Salat Istisqa memohon kepada Allah agar turun hujan. Foto: iNews TV

BOGOR, iNews.id - Musim kemarau panjang mulai memberikan dampak luas di berbagai wilayah Indonesia. Untuk menghadapi krisis air yang kian meluas, masyarakat di Bogor melangsungkan ikhtiar spiritual melalui Shalat Istisqa, sementara warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah kini terpaksa menggantungkan kebutuhan harian pada bantuan pengiriman air bersih.

Di Kabupaten Bogor, ratusan jemaah yang terdiri dari aparatur pemerintah, tokoh agama, santri, hingga masyarakat umum menggelar Shalat Istisqa secara serentak di Pondok Pesantren Bani Harun, Tenjo.

Doa bersama ini dipanjatkan sebagai bentuk permohonan agar hujan segera turun menyusul kian menyusutnya debit air di kawasan tersebut. Selain memanjatkan doa, masyarakat juga diimbau untuk memperbanyak istigfar, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga sumber air dan menggunakannya secara bijak selama musim kemarau berlangsung.

Sementara itu di Jawa Tengah, kekeringan parah membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Di Kabupaten Sukoharjo, ribuan jiwa yang tersebar di Desa Gedung Jambal, Kunden, dan Weru 3 harus mengandalkan bantuan dropping air bersih dari BPBD Sukoharjo.

Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan sebanyak 345.000 liter atau setara 69 tangki air bersih, mengingat puncak kekeringan di wilayah tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga September 2026.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Kabupaten Purbalingga, khususnya di Kecamatan Kejobong. Warga yang telah mengalami krisis air bersih selama dua bulan terakhir langsung berbondong-bondong membawa ember dan wadah kosong begitu armada truk air BPBD Purbalingga tiba di lokasi.

Bencana kekeringan di Purbalingga sendiri dilaporkan telah meluas ke enam kecamatan, meliputi Pengadegan, Karang Anyar, Kejobong, Karangrejo, Kemangkon, dan Rembang. Masyarakat di wilayah terdampak sangat berharap hujan dapat segera turun agar kebutuhan air harian dapat kembali terpenuhi secara mandiri.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
3 hari lalu

BMKG Sebut Mayoritas Wilayah Indonesia Baru Masuk Musim Hujan Desember 2026

13 hari lalu

El Nino Sangat Kuat Bikin Kemarau 2026 Makin Panjang, BMKG: Puncaknya hingga September

22 hari lalu

Kepala BNPB Tegaskan Bakar Lahan Gambut Dilarang: Jangan Berlindung di Balik Perda

1 bulan lalu

Pramono Ungkap Kemarau Jakarta Berlangsung hingga 2027, Warga Diminta Waspada Kebakaran

1 bulan lalu

Tips Menjaga Mobil di Musim Kemarau Panas dan Berdebu, Ini 6 Komponen Wajib Dicek

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal