Salah seorang warga, Mamat, mengatakan jembatan tersebut menjadi satu-satunya jalur terdekat menuju sekolah. Jika harus memutar, jarak yang ditempuh sangat jauh.
“Kami terpaksa lewat situ, anak-anak juga. Kalau mutar, jauh sekali,” ujarnya.
Warga lainnya, Muztahid, mengaku khawatir setiap hari melihat anak-anak mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menuntut ilmu. Ia berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan atau setidaknya menyediakan akses darurat sementara.
Warga berharap proses belajar mengajar tidak lagi terganggu dan keselamatan siswa menjadi perhatian utama pemerintah daerah.