“Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami,” kata Daryono dalam keterangannya di akun X.
Hasil analisis terkini BMKG menunjukkan magnitudo gempa diperbarui menjadi M6,2 dengan episenter berada pada koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT di laut, pada kedalaman 58 kilometer.
“Gempa Pacitan ini jenis gempa megathrust, yang tergambar dari mekanismenya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal,” kata Daryono.
BMKG mencatat guncangan gempa Pacitan dirasakan kuat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pacitan, Bantul, dan Sleman merasakan intensitas IV MMI, sementara daerah lain seperti Ponorogo, Trenggalek, Wonogiri, hingga Cirebon merasakan getaran dengan intensitas III MMI.