“Bayangkan, tanggal 20 Oktober nanti mereka sudah mulai bekerja di ribuan perusahaan. Mereka langsung dapat pengalaman, langsung dapat uang saku sesuai UMP kabupaten atau kota tempat mereka magang,” kata Tedi.
Program ini dirancang untuk berlangsung selama enam bulan dan menjadi bentuk perhatian khusus pemerintah terhadap lulusan baru atau fresh graduate. Pemerintah juga berencana membuka gelombang kedua dengan target peserta yang jauh lebih besar.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda yang siap kerja, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di dunia profesional.