Sekretaris Kabinet (Seskab), Tedi Indrawijaya memastikan bahwa program magang nasional akan dimulai pada bulan Oktober dan menyerap hingga ratusan ribu peserta dari seluruh Indonesia.
Pada tahap pertama, sebanyak 20.000 peserta akan ditempatkan di perusahaan BUMN maupun swasta dan akan menerima gaji setara dengan upah minimum provinsi.
“Bayangkan, tanggal 20 Oktober nanti mereka sudah mulai bekerja di ribuan perusahaan. Mereka langsung dapat pengalaman, langsung dapat uang saku sesuai UMP kabupaten atau kota tempat mereka magang,” kata Tedi.
Program ini dirancang untuk berlangsung selama enam bulan dan menjadi bentuk perhatian khusus pemerintah terhadap lulusan baru atau fresh graduate. Pemerintah juga berencana membuka gelombang kedua dengan target peserta yang jauh lebih besar.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda yang siap kerja, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di dunia profesional.