“Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” kata Dino.
Dia menerangkan, dari seluruh pemimpin dunia, Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
“Semenjak menjabat sebagai Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran kalau ada yang beranggapan tidak lazim dan di luar batas kewajaran,” ujar dia.
“Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan, Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya,” sambung dia.
Dia menambahkan, kunjungan kepala negara ke luar negeri bisa memakan biaya yang sangat besar. Dia memperkirakan biaya tersebut bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
“Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar, dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping dan biaya lainnya. Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliyar,” jelas dia.