Sesuai ketentuan yang berlaku, trading halt dilakukan selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lebih dari 8 persen.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, IHSG bergerak pada rentang level tertinggi 5.404 dan terendah 5.193. Volume transaksi tercatat mencapai 37,9 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,3 triliun.
Frekuensi perdagangan mencapai 1,3 juta kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp9,3 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 15 saham yang menguat. Sebanyak 809 saham melemah, sedangkan 139 saham lainnya stagnan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan. Bank of India Indonesia (BSWD) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, yakni sebesar 25 persen.
Posisi berikutnya ditempati Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) yang menguat 24,93 persen, disusul Bank Guna Timur Raya (TRUK) yang naik 24,81 persen.
Sebaliknya, VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam atau top losers, yakni sebesar 15 persen. Penurunan serupa dialami Super Bank Indonesia (SUPA) yang melemah 15 persen, sedangkan Wilton Makmur Indonesia (SQMA) turun 15 persen.
Tekanan jual juga terjadi di seluruh sektor saham. Sektor bahan baku mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 12,96 persen, diikuti sektor energi yang turun 12,21 persen dan sektor infrastruktur yang terkoreksi 12,13 persen.
Sektor industri melemah 10,79 persen, sektor kesehatan turun 10,42 persen, sedangkan sektor siklikal terkoreksi 10,15 persen.
Adapun sektor non-siklikal turun 9,70 persen, sektor properti melemah 9,37 persen, dan sektor transportasi terkoreksi 9,45 persen.
Sementara itu, sektor teknologi turun 8,32 persen dan sektor keuangan melemah 8,22 persen.