"Dalam waktu satu tahun, sejak dimulainya Perang Dua Belas Hari, yaitu dari Juni tahun lalu hingga Juni tahun ini, produksi senjata pertahanan dan peralatannya berlipat ganda," kata Talaei-Nik, seperti dikutip Tasnim News Agency, Sabtu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak hanya berupaya menambah persediaan persenjataan, tetapi juga memperkuat kemampuan industri militernya agar mampu menopang kebutuhan pertahanan secara mandiri.
Langkah itu sejalan dengan pernyataan Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Ahmad Vahidi. Ia menegaskan bahwa Iran akan terus memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus ofensifnya.
Menurut Vahidi, perluasan industri pertahanan dalam negeri menjadi bagian penting dari strategi Iran menghadapi ancaman eksternal.
Ia menilai musuh-musuh Iran tidak akan menghentikan tekanan terhadap negaranya. Karena itu, kesiapan militer dan pengembangan kemampuan pertahanan harus terus dipertahankan.