TEL AVIV, iNews.id – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih. Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangan masif berupa ratusan rudal balistik yang menghantam sejumlah titik vital di Israel, termasuk Tel Aviv, serta menyasar pangkalan militer gabungan di Samudra Hindia, Senin (23/3/2026).
Serangan ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang parah dan jatuhnya ribuan korban jiwa maupun luka-luka.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa Iran telah melepaskan sedikitnya 400 rudal ke arah kota Tel Aviv. Meski sistem pertahanan udara Iron Dome diklaim berhasil mencegat 92 rudal, sisanya menghujam kawasan permukiman dan pusat kota.
Di kawasan Rehov, Tel Aviv, kobaran api membumbung tinggi setelah rudal menghantam rumah-rumah warga hingga hangus terbakar. Kendaraan dan bangunan luluh lantak menyisakan puing-puing yang berserakan di jalanan.
Setidaknya 15 orang dilaporkan terluka parah dalam serangan di Tel Aviv dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Beilinson serta Rumah Sakit Ichilov.
Secara total, media lokal melaporkan angka yang sangat mengejutkan, yakni korban tewas dan luka mencapai 4.099 orang di seluruh wilayah terdampak.
Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak 28 Februari lalu. Hingga kini, sedikitnya 18 warga Israel dipastikan tewas akibat rangkaian serangan balasan tersebut.
Petugas keamanan Israel kini melakukan penjagaan ketat dan menutup area terdampak dengan garis polisi guna mengantisipasi serangan susulan. Sebelumnya, pada Jumat lalu, IDF juga sempat mendeteksi gelombang rudal balistik Iran yang menargetkan wilayah Israel Tengah dan Yerusalem.
Tidak hanya menyasar daratan Israel, militer Iran secara mengejutkan meluncurkan dua rudal balistik jarak jauh ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.