JAKARTA, iNews.id — Penerbangan maskapai Flydubai rute Dubai menuju Tel Aviv (Israel) mendadak mencekam setelah terjadi insiden penyerangan terhadap pilot di dalam kokpit saat pesawat sedang mengudara. Akibat peristiwa tersebut, penerbangan terpaksa dialihkan dan mendarat darurat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan, pesawat bernomor penerbangan FZ1073 tersebut sempat mengalami penurunan ketinggian secara mendadak hingga belasan ribu kaki sesaat setelah insiden di kokpit terjadi. Perubahan ketinggian secara drastis ini sempat memicu kepanikan dan kekhawatiran luar biasa di antara para penumpang.
Saksi mata di dalam pesawat melaporkan sempat mendengar teriakan keras dari arah kokpit. Sejumlah penumpang beserta awak kabin langsung berinisiatif bergerak mendekati area kokpit untuk membantu mengamankan situasi dan menenangkan keadaan. Seorang penumpang yang berprofesi sebagai dokter gigi bahkan memberikan pertolongan medis darurat kepada pilot yang mengalami luka-luka.
Di tengah situasi darurat tersebut, sistem komunikasi penerbangan sempat mengaktifkan kode transponder 7700 (keadaan darurat umum) dan kode 7500 yang menandakan adanya dugaan ancaman atau gangguan ilegal terhadap penerbangan. Hal ini sempat memicu dugaan awal adanya upaya pembajakan pesawat.
Namun, setelah pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk, pihak berwenang dan Pemerintah Israel mengonfirmasi bahwa situasi telah berhasil dikendalikan sepenuhnya. Kemungkinan adanya aksi pembajakan juga telah resmi dikesampingkan.
Pihak maskapai Flydubai memastikan bahwa seluruh penumpang dan awak pesawat berada dalam kondisi aman dan selamat. Sementara itu, pilot yang mengalami luka-luka langsung mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit setempat. Hingga saat ini, otoritas penerbangan bersama pihak terkait masih melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap motif serta kronologi pasti keributan di dalam kokpit tersebut.