"Kita terus akan melakukan investigasi, meneliti apa sebab dari kejadian tersebut supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik," ujarnya.
Prabowo mengatakan pemerintah juga terus menangani masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah bersama seluruh instansi terkait telah bekerja sama menghadapi berbagai kondisi tersebut.
"Seluruh pemerintah pusat, daerah, provinsi, kabupaten, semua instansi terbukti bekerja sama dengan baik untuk menghadapi semua tantangan dan kesulitan," katanya.
Sementara itu, Komisi V DPR berencana membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mendalami kecelakaan KM Virgo Transport 8. Panja akan menelusuri berbagai aspek yang berkaitan dengan insiden kapal terbalik tersebut.
Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan sejumlah hal perlu diperiksa, termasuk pengawasan terhadap kapal serta informasi cuaca yang diterima sebelum kapal berlayar.
"Ini kan alasannya cuaca, katanya cuaca kurang bagus. Kalau cuaca kurang bagus, kenapa lu berlayar? Ini juga soal gitu lo, informasi cuaca mereka terima nggak? Meng-update cuaca nggak? Boleh nggak berlayar? Ini nakhodanya gimana? Informasi dari nakhodanya ini kita minta semua diinvestigasi," kata Lasarus kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Lasarus, pembentukan Panja akan memberi ruang bagi Komisi V DPR untuk memanggil pihak-pihak terkait dan menggali lebih dalam penyebab kecelakaan.
Hasil pendalaman tersebut nantinya diharapkan dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi terkait keselamatan dan pengawasan pelayaran.