“Rakyat keluar dari rumah-rumah sederhana, memberi kami teh, pisang, hingga singkong,” kenang Prabowo.
Dia mengaku sangat tersentuh karena bantuan itu diberikan oleh masyarakat yang hidupnya terbatas. Mereka harus bersusah payah mengambil kayu bakar dan air dari jarak jauh, namun tetap sukarela menjamu tentara. Bagi Prabowo, itulah bukti bahwa petani adalah kelompok paling loyal dan paling merah putih di negeri ini.
Selama puluhan tahun, Prabowo mengaku heran mengapa kelompok petani dan nelayan justru sering kurang mendapatkan penghormatan dan perlindungan yang layak. Hal inilah yang mendorongnya menerima mandat memimpin organisasi petani setelah pensiun dari TNI.
Kini, sebagai Presiden, dia merasa inilah saatnya untuk melakukan pengabdian total sebagai bentuk balas budi.
“Pangkat yang saya emban adalah dari rakyat. Karena itu, sekarang saya harus benar-benar berbakti untuk rakyat,” pungkasnya.