JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Jumat (15/5/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah 84 poin atau turun 0,48 persen ke posisi Rp17.614 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan tersebut dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Hingga pukul 09.47 WIB, rupiah masih bergerak di zona merah dan tercatat melemah 0,34 persen ke level Rp17.589 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring mayoritas mata uang Asia dan global yang juga kompak melemah terhadap dolar AS.
Di kawasan Asia, Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar mencapai 0,50 persen. Disusul Ringgit Malaysia yang turun 0,39 persen dan Baht Thailand sebesar 0,28 persen.
Sementara di pasar global, Dolar Australia terkoreksi 0,47 persen dan Poundsterling Inggris turun 0,28 persen terhadap dolar AS.