Selain memperingatkan kapal komersial, Iran juga menyampaikan pesan keras kepada kapal-kapal militer asing. Teheran menegaskan setiap upaya mengganggu pengelolaan Selat Hormuz atau menghambat arus pelayaran akan mendapat respons tegas dari Angkatan Bersenjata Iran.
Di tengah pengetatan pengawasan tersebut, media Iran melaporkan sistem permohonan izin pelayaran melalui Selat Hormuz kini telah sepenuhnya dibuka kembali secara elektronik bagi pemilik maupun kapten kapal dari seluruh dunia. Kebijakan ini memungkinkan pengajuan izin dilakukan kapan saja untuk memperlancar arus pelayaran internasional.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim sedikitnya 24 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dalam 24 jam terakhir di bawah pengawasan dan perlindungan mereka. Data tersebut disebut menjadi bukti bahwa jalur pelayaran strategis tersebut tetap beroperasi normal meski berada dalam pengawasan ketat.
Pengaktifan kembali layanan perizinan pelayaran ini juga dinilai membawa sentimen positif bagi pasar energi global. Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia, sehingga kepastian keamanan pelayaran di kawasan itu langsung memengaruhi pergerakan harga energi internasional.
Sejumlah laporan menyebut membaiknya akses pelayaran di Selat Hormuz turut mendorong penurunan harga minyak dunia yang sebelumnya sempat bergejolak akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman. Posisi strategisnya menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik paling penting dalam perdagangan energi global sekaligus pusat perhatian di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.
Iran menegaskan kebijakan pengawasan dan pengaturan lalu lintas kapal yang diterapkan bertujuan menjaga keamanan seluruh pengguna jalur pelayaran. Namun, Teheran juga memastikan tidak akan mentoleransi tindakan apa pun yang dianggap mengganggu pengelolaan maupun stabilitas Selat Hormuz.