GARUT, iNews.id - Tangis histeris belasan siswi SMKN 2 Garut pecah usai rambut mereka dipotong saat razia sekolah dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat para siswi berhijab syok dan menangis setelah rambut mereka digunting oleh guru bimbingan konseling (BK).
Peristiwa itu terjadi di SMKN 2 Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Razia dilakukan karena rambut para siswi dianggap diwarnai dan dinilai melanggar aturan sekolah.
Dalam video yang beredar luas, sejumlah siswi tampak tidak kuasa menahan tangis usai rambut panjang mereka dipotong tanpa persetujuan. Beberapa di antaranya bahkan terlihat menutupi wajah karena merasa malu dan terpukul.
Kasus ini kemudian mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM itu mengaku sudah bertemu dengan para siswi dan orang tua mereka untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Sudah ditangani. Orang tua dan siswanya yang di Garut sudah bertemu dengan saya. Saya kirim mereka ke salon, jumlah semuanya 18 orang, sudah selesai," ujarnya.
Menurut dia, penanganan terhadap siswa harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih bijak dan manusiawi. Dia menegaskan tindakan disiplin di lingkungan sekolah tidak boleh sampai menimbulkan trauma bagi peserta didik.