"Mungkin anak kita jago di satu hal, tapi tidak jago di hal lain. Ya, seperti itu, lihatlah kelebihan si anak dan memaksimalkan potensinya," ungkap Gus Hafidz.
Penceramah Ustaz Hilmi Firdausi menambahkan, dari kasus ini, penting bagi orang tua untuk memiliki hati yang bersyukur. Pahami bahwa setiap anak itu ada tipe-tipenya tersendiri.
"Ingat, anak gak bisa request mau lahir dari orang tua yang seperti apa. Jadi, kenali kelebihan dan kekurangannya. Jangan malah membanding-bandingkan," ungkapnya.
"Jika anak tidak jago matematika, tapi jago olahraga, ya, maksimalkan di olahraganya. Itu cara yang terbaik, bukan kemudian membandingkan dengan anak orang lain, atau bahkan membandingkan si kakak dengan adiknya sendiri," tambah Ustaz Hilmi Firdausi.