JAKARTA, iNews.id - Pencinta film Tanah Air, belakangan ini disuguhkan dengan hadirnya film-film yang alur ceritanya masih menyuguhkan sumber aslinya atau remake. Lantas, apa pendapat sutradara Anggy Umbara?
Menurut Anggy Umbara, sutradara yang baru saja merilis film daur ulang “5 Cowok Jagoan” ini, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Adapun fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga luar negeri.
“Remake itu sepanjang masa, akan selalu ada. Film ya dari remake, dari novel, dan macam-macam,” kata Anggy saat berkunjung ke kantor iNews.id, iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Pria 37 tahun ini mengungkapkan, dari segi pasar, tidak banyak perbedaan signifikan antara film baru dan film remake. Menurutnya, laku atau tidaknya sebuah film, tidak dinilai dari judul baru atau hasil remake. Namun, larisnya sebuah film, tergantung berdasarkan kualitas garapan. Sehingga film dengan judul baru ataupun hasil remake, punya peluang sama besar untuk bisa bersaing.
“Pasarnya sih sama saja, kalau filmnya bisa bagus, penonton pasti mengapresiasi. Film remake yang nggak laku, juga banyak,” jelas pria yang me-remake film mendiang ayahnya “5 Cewek Jagoan” ini.
Sementara untuk proses produksi, Anggy juga menilai film baru dan remake, punya tingkat kesulitan yang sama. Sebab, tim produksi sama-sama harus membangun semuanya dari awal. Mulai dari pra-produksi, seperti penulisan skenario, pemilihan pemain, syuting, editing, hingga promosi.
“Tingkat kesulitannya, sama kayak bikin film baru. Khusus '5 Cowok Jagoan', buat saya lumayan susah karena genrenya berbeda dengan film yang ayah buat sebelumnya," tutup Anggy.