JAKARTA, iNews.id – Babak empat besar Cahaya Muda Indonesia berlangsung penuh tantangan sekaligus haru. Empat finalis yang tersisa, yakni Duo Z dari Kampar, Kecap dari Jakarta, Fadly dari Bone, dan Sulthon dari Sarolangun tampil maksimal menunjukkan kemampuan dakwah terbaik mereka di hadapan para dewan juri.
Tidak sekadar menyampaikan tausiyah, para peserta juga harus menghadapi berbagai tantangan yang menguji kemampuan mereka secara langsung di atas panggung. Momen inilah yang membuat babak empat besar terasa semakin menegangkan sekaligus menyentuh hati.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat Sulthon dari Sarolangun mendapat tantangan dari Ustaz Erick Yusuf terkait pengetahuan keagamaan. Ia diminta menjawab pertanyaan secara langsung di panggung. Setelah berhasil menyelesaikan tantangan tersebut, Sulthon mendapat kejutan dari tim program berupa video call dengan kedua orang tuanya yang berada di Sarolangun.
Pertemuan virtual itu terasa sangat emosional. Diketahui, Sulthon sudah lama tidak pulang ke kampung halamannya. Dalam percakapan tersebut, dia mengungkapkan harapan besarnya untuk kedua orang tuanya, yakni ingin memberangkatkan mereka umrah serta mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Sementara itu, Kecap, peserta asal Jakarta, juga menghadapi tantangan dari Ustaz Erick Yusuf. Dia diminta menyampaikan tausiyah secara spontan dengan tema “Silaturahmi Tanpa Menyakiti” dalam waktu dua menit. Tantangan ini menguji ketepatan sekaligus kecepatan Kecap dalam merangkai pesan dakwah yang menyentuh.
Momen tak kalah haru juga datang dari Fadly asal Bone. Dia mendapat kejutan video call bersama kedua orang tua dan adik kecilnya. Raut wajah haru tak bisa disembunyikan saat Fadly menahan rindu kepada keluarganya. Selain itu, Fadly juga harus menjawab tantangan dari Habib Nabiel Al Musawa yang menanyakan makna dari sebuah ayat Al-Quran.