Angka Anak Stunting di Indonesia Masih Tinggi, Butuh Perhatian Semua Pihak

Dani M Dahwilani
Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam memperkuat upaya pencegahan stunting di Indonesia. (Foto: INews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mencatat prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) turun menjadi 19,8 persen pada 2024, dari 21,5 persen pada 2023. Ini menandai penurunan di bawah 20 persen untuk pertama kalinya. 

Meskipun menunjukkan perbaikan signifikan dari 30,8 persen pada 2018, jumlah stunting di Tanah Air masih tinggi. Saat ini ada sekitar 4 juta balita mengalami stunting di berbagai daerah. Lamnglah apa yang harus dilakukan dalam mengurangi anak stunting di Indonesia? 

Plt Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Dr Yuni Hastutiningsih mengatakan kolaborasi lintas sektor merupakan faktor kunci dalam memperkuat upaya pencegahan stunting.
 
“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta memiliki nilai strategis dalam memperluas jangkauan intervensi, mempercepat perubahan perilaku, serta memastikan keberlanjutan program. Sebab itu, mari kita terus memperkuat sinergi menjaga konsistensi dan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi keluarga Indonesia,” ujarnya dalam prses conference  Program Pendampingan Gizi 2025 di Jakarta, Rabu (4/3/2026) 

Selain perbaikan indikator pertumbuhan, meningkatkan kapasitas keluarga dan kader dalam menerapkan praktik pemenuhan energi anak, variasi konsumsi, serta pemantauan tumbuh kembang hadru dilakukan secara rutin. Konsistensi pendampingan kader memastikan intervensi tidak berhenti pada pemberian asupan, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan makan lebih baik di tingkat rumah tangga sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi anak.

​​Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Prof. Ali Khomsan mengatakan pendekatan sederhana yang dilakukan dalam Program Pendampingan Gizi 2025 secara konsisten mampu memberikan dampak signifikan. 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
9 hari lalu

Beri Penghargaan ke Desa Berkinerja Baik, Mendes Yandri Sebut Pencegahan Stunting Jadi Kata Kunci Kemajuan Bangsa

1 bulan lalu

BGN Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi Mulai Hari Ini, Wilayah 3T Jadi Prioritas

2 bulan lalu

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Layanan Difokuskan ke Wilayah 3T

2 bulan lalu

Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta Turun 3 Persen dalam 2 Tahun, Ini Strateginya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal