Cegah Gizi Buruk, Pantau Pertumbuhan Anak Secara Berkala

Dani M Dahwilani
Pemantauan aspek tumbuh kembang anak secara rutin perlu dilakukan untuk mencegah masalah yang dapat mempengaruhi kesehatan, gizi dan masa depan anak. (Foto: Total Health)

JAKARTA, iNews.id - Masalah kesehatan masih menjadi tantangan bagi masa depan anak-anak Indonesia. Salah satunya adalah angka prevalensi stunting yang mencapai sekitar 37,2 persen (Riskesdas 2013).

Pemantauan gizi dan kesehatan pada 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK) sangatlah penting. Namun, pemantauan aspek tumbuh kembang anak secara rutin setelahnya juga perlu dilakukan untuk mencegah masalah yang dapat mempengaruhi kesehatan, gizi dan masa depan anak.

Selain pencegahan masalah tumbuh kembang melalui pemberian nutrisi cukup, intervensi gizi spesifik dan sensitif juga dibutuhkan. Salah satu bentuk intervensi gizi sensitif adalah pemantauan pertumbuhan secara berkala sehingga masalah tumbuh kembang anak dapat langsung dideteksi dan ditindaklanjuti.

Ahli gizi anak dan Dosen FEMA IPB Dr Ir Sri Anna Maliyati M.Si mengemukakan, pemantauan pertumbuhan anak perlu dilakukan secara berkala, mulai dari per tiga bulan sampai anak berusia 3 tahun. Kemudian, per 6 bulan sampai anak berusia 6 tahun, dan per 1 tahun pada tahun-tahun berikutnya.

"Hasil pengukuran antropometri secara berkala dapat menjadi tolak ukur apakah anak bertumbuh sesuai dengan usianya, atau harus dilakukan intervensi untuk mengejar tumbuh kembang," ujarnya, dalam Seminar dan Pelatihan Pengukuran Tumbuh Kembang Anak kepada PAUD di Jakarta, yang diselenggrakan Nutricia Indonesia Sejahtera.


Sementara itu, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan, Guru PAUD dipilih menjadi sasaran karena selain tenaga pendidik anak, mereka juga bisa mengedukasi orang tua anak yang setiap hari mengasuh di rumah.

"Selain agar konsistensi pengukuran tumbuh kembang dapat terjaga, Guru PAUD juga dapat memberikan saran kepada orang tua dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak yang lebih baik,” kata Karyanto, dalam keterangan persnya, Jumat (28/9/2018).

Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan bahwa pelatihan kali ini diikuti 75 peserta terdiri dari 50 Guru PAUD yang berasal dari 25 PAUD yang berlokasi di sekitar Pabrik PT Nutricia Indonesia Sejahtera di Pasar Rebo, Jakarta dan di Bogor. "Pelatihan ini kami gelar sebagai bentuk kepedulian perusahaan akan tumbuh kembang anak," ujar Arif.

Selain memberikan pelatihan kepada guru-guru PAUD, Karyawan Danone di Indonesia diberikan hak cuti melahirkan selama 6 bulan bagi karyawan wanita. Kegiatan sosial lain yang dilakukan meliputi penyediaan air bersih, edukasi sanitasi dan higienitas di masyarakat, dan kampanye edukasi gizi Isi Piringku untuk anak usia 4-6 tahun.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
2 bulan lalu

Cuaca Panas Ekstrem Jadi Ancaman Serius untuk Anak-Anak, Dehidrasi hingga DBD!

Health
2 bulan lalu

Warning! Asap Rokok Bisa Sebabkan Anak Autisme

Kuliner
2 bulan lalu

Viral Kasus Toko Roti Diduga Tipu Konsumen, Ngakunya Gluten Free Ternyata Bohong!

Health
10 bulan lalu

Banjir Melanda Sejumlah Daerah, Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan Penyebaran Penyakit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal