JAKARTA, iNews.id - Beberapa wilayah di Indonesia menghadapi masalah suhu panas ekstrem belakangan ini, tak terkecuali DKI Jakarta. Bahkan ibu kota tercatat memiliki kualitas udara yang buruk.
Kombinasi suhu panas ekstrem dan polusi udara ternyata memiliki dampak yang jauh lebih berbahaya dibandingkan jika keduanya terjadi secara terpisah. Risiko kesehatan yang muncul bersifat sinergis dan bisa meningkatkan angka kematian secara signifikan.
Ahli Kesehatan Lingkungan dr Dicky Budiman menjelaskan, kondisi ini dikenal sebagai 'synergistic risk', di mana dua faktor lingkungan saling memperkuat dampak buruknya.
"Risikonya bersifat sinergi, artinya lebih berat dibandingkan kalau kejadiannya terpisah," ujarnya saat dihubungi iNews.id, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, kombinasi tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko secara multiplicatif. Artinya bukan sekadar bertambah, tapi dilipatgandakan dampaknya terhadap kesehatan.