Hobi Minum Cokelat Panas, Siap-Siap Kena Radang hingga Stroke

Siska Permata Sari
Cokelat panas juga punya dampak buruk bagi kesehatan yang harus diwaspadai. (Foto: The Spurce)

JAKARTA, iNews.id - Cokelat panas menjadi minuman favorit ketika memasuki musim liburan sekaligus penghujan. Namun, Anda juga harus waspada dengan dampak buruk yang akan dialami dari kebiasaan minum cokelat panas?

Para ahli kesehatan menyatakan, dampak buruk dari segelas cokelat panas pada kesehatan Anda lebih besar daripada manfaatnya. Mengapa minuman tersebut berdampak buruk bagi kesehatan Anda?

Berikut deretan alasannya, seperti dilansir iNews.id dari She Finds, Selasa (26/12/2017).

Tinggi Kalori

Sadarkah Anda jika secangkir cokelat panas yang lezat tersebut, mengandung banyak kalori? Contohnya saja, dalam 8-oz atau 236 ml cangkir cokelat panas bisa memiliki 192 kalori.
Lemak

Tak hanya kalori saja yang ada dalam segelas cokelat panas. Jangan lupakan juga kandungan lemaknya. "Satu gelas cokelat panas buatan sendiri, biasanya mengandung 5,85 gram lemak total, dengan 3,57 lemak jenuh," kata Sara Ipatenco dari Livestrong.

Sementara itu, cokelat panas bubuk memiliki 1,52 gram lemak, dengan kurang dari 1 gram lemak jenuh.

Bertabur Gula

Kelezatan cokelat panas terletak dari rasa manisnya yang menggigit lidah dan itu terletak pada gula. Pernahkah menghitung atau membaca tabel komposisi pada cokelat panas yang Anda buat? Jika tidak, rata-rata minuman cokelat panas yang manis itu mengandung 24,15 gram gula.

Merusak Gigi

Seluruh kandungan gula dalam cokelat panas Anda bisa merusak gigi jika sering-sering dikonsumsi.

Kenaikan Berat Badan hingga Jantung

Kalori, lemak, dan gula yang berlebihan sangat tidak baik bagi kesehatan Anda. Selain menyebabkan kenaikan berat badan yang tak diinginkan, Anda bisa terkena trigliserida tinggi yang dapat meningkatkan risiko penyakit tak menular (PTM), seperti stroke dan jantung.

Sebabkan Radang hingga Alzheimer

Perhatikan konsumsi cokelat panas Anda, apakah mengandung karsinogen, salah satu zat yang menyebabkan penyakit kanker. Dr Joanne K Tobacman mengatakan, penggunaan zat tersebut dapat membuat radang di tubuh, penyakit Alzheimer, Parkinson, dan kanker.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Health
6 hari lalu

Keseringan Main Padel Sebabkan Kista Bahu? Ini Kata Dokter

Health
6 hari lalu

Viral Wanita Kena Kista Bahu Diduga gegara Ketagihan Main Padel, Ini Ceritanya!

Health
9 hari lalu

Dipecat Menkes, Dokter Piprim Kini Praktik di RSUI

Health
9 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal