JAKARTA, iNews.id – Banyak orang menunggu momen untuk menyaksikan langsung gerhana bulan “Super Blue Blood Moon”. Meski begitu, bolehkah ibu hamil ikut melihatnya terkait mitos yang beredar di masyarakat?
Ya, fenomena langka ini memang mengundang perhatian masyarakat di beberapa negara, termasuk Indonesia. Pasalnya setelah 152 tahun, fenomena gerhana bulan ini akan bisa dilihat masyarakat. Nantinya, masyarakat bisa melihat perubahan warna bulan menjadi merah darah dan biru sekaligus.
Di Jakarta, ada beberapa tempat rekreasi yang membuat acara khusus untuk melihat peristiwa gerhana bulan. Berdasarkan informasi, fenomena ini terjadi mulai pukul 18.48-23.00 WIB.
Di samping rasa penasaran untuk melihat penampakan bulan yang mungkin hanya bisa disaksikan sekali seumur hidup itu, terselip sejumlah mitos, termasuk untuk ibu hamil.
Melansir Babble, ada mitos bahwa ibu hamil dilarang keluar rumah untuk menyaksikan gerhana bulan. Hal itu dilakukan agar bayi yang dikandung tidak terlahir dengan kelainan fisik.
Selain itu, ibu hamil tidak disarankan menggunakan pisau untuk memotong apa pun selama gerhana bulan, agar bayinya tidak terlahir dengan bibir sumbing. Mitos lainnya, ibu hamil yang menyentuh perutnya saat gerhana bulan terjadi, maka bayi dalam kandungannya akan memiliki tanda lahir yang terbilang aneh.
Konon, mitos-mitos tersebut sangat populer di India. Di sana ibu hamil juga berusaha tidak melahirkan di malam gerhana bulan, karena tidak ingin membawa perselisihan dalam kehidupan anak-anak.
Lantas, bagaimana penjelasan terhadap mitos-mitos tersebut? Menurut seorang ginekolog, Dr Tasneem Kausar mengaku tidak memercayai hal-hal yang berbau mitos atau takhayul. Namun kejadian yang tidak biasa terjadi pada dirinya.
“Ketika hamil delapan bulan terjadi gerhana bulan, saya pergi ke atap untuk melihatnya sambil membuat tanda di dinding. Sebulan kemudian, saat anak saya lahir, dia memiliki tanda di perutnya, persis dengan yang saya gambar. Selain itu, dia juga lahir dengan tangan yang cacat,” ungkap Dr Tasneem.
Sementara itu dari perspektif astrologi, bayi yang lahir saat gerhana bulan memiliki ciri khas dan tidak lebih dari sekadar lahir di waktu spesial. Kelahiran saat terjadinya gerhana, juga bisa membawa keberuntungan, tergantung dengan faktor astrologi lainnya. Akan tetapi, menurut goddessgift.com, ada hal negatif tentang kelahiran saat gerhana bulan.
“Seluruh dewa dunia dan dewi cahaya sedang terlahir di saat itu. Dewi Isis dari Mesir melahirkan Horus yang simbolnya adalah matahari bersayap. Sedangkan Mithras, Matahari Persia yang tak terkalahkan, lahir pada titik balik matahari, seperti Amaterasu, Dewi Matahari Jepang. Rhea melahirkan Saturnus (putra dari Bapa Waktu), Hera mengandung Hephaestus, Quetzalcoatl dan Lucina (Little Light) juga merayakan ulang tahun saat ini. Lucia, santa atau Goddess of Light, dihormati dari Italia ke Swedia, serta dimahkotai dengan lilin untuk membawa manusia melewati kegelapan. Kelahiran Sarasvati, dewi pengetahuan Hindu dan Ratu Surga juga dirayakan," tulis situs tersebut, seperti dimuat Okezone.com.