Menkes Sebut Cakupan Vaksin MR Meningkat meski Masih Ada Penolakan

Siska Permata Sari
Menkes lantik pejabat eselon. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengungkapkan adanya cakupan vaksin MR untuk campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella) meningkat. Data terakhir, kata dia, angkanya mencapai sekira 62 persen.

"Tadi pagi tanya Pak Dirjen, (cakupan vaksin MR nasional) 62 persen. Mudah-mudahan sudah lebih naik," kata Nila Moeloek saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon satu di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Meskipun masih sekira 62 persen, dia mengungkap, telah ada beberapa daerah dan kabupaten yang tingkat cakupan vaksin MR-nya mencapai 95 persen atau lebih. Terutama di Pulau Jawa, Papua Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, dia mengaku masih banyak daerah-daerah sulit yang angka cakupan vaksinnya masih tergolong rendah. Misalnya di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan terendah Aceh, menurut data Laporan Manual Cakupan Kampanye Imunisasi MR per 21 Oktober 2018 dari Kemenkes RI.

"Tetap kita dorong dan mendatangi daerah-daerah yang sulit. Tapi yang cakupan 95 persen sudah ada di beberapa provinsi dan kabupaten. Jadi (umumnya), sudah meningkat," ucapnya.

Sementara itu ditemui di lain kesempatan, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono menyebut, angka cakupan vaksin MR nasional mencapai 62,7 persen. Dan hingga kini, pihaknya masih terus berupaya menjangkau daerah-daerah sulit agar target capaian vaksin MR tercapai, yakni 85 persen.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

RS Tak Boleh Tolak Pasien PBI BPJS Nonaktif, Menkes: Nanti Kita Tegur Langsung

Health
1 hari lalu

87% Dana BPJS Kesehatan Habis untuk Penyakit Kronis, Cek Kesehatan Gratis Jadi Rem!

Nasional
2 hari lalu

Miris, 1.824 Orang Kaya Masih Terima BPJS Kesehatan PBI

Nasional
4 hari lalu

PBI BPJS 120 Ribu Pasien Kronis Nonaktif, Menkes: Kalau Layanan Berhenti, Bisa Wafat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal