JAKARTA, iNews.id – Terdapat banyak cara untuk menyampaikan komunikasi antara ibu dan janin dalam kandungan. Salah satunya dengan mengusap-usap bagian perut secara lembut dan melingkar.
Menurut psikolog dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengusap perut saat janin dalam kandungan akan membangun kasih sayang antara ibu dan anak. Di samping itu, sentuhan ibu juga berpengaruh pada perkembangan diri anak.
“Sentuhan ibu akan memiliki manfaat pada janin dalam kandungan. Pertama, membangun hubungan kasih sayang dan baik untuk perkembangan janin,” katanya, ditemui iNews.id di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2017).
Di samping itu, imbuhnya, sentuhan ibu kepada bayinya, juga akan melepaskan hormon oktitosin yang memiliki efek menenangkan, sehingga mampu membuat anak terikat dengan ibunya. Tidak hanya itu, sentuhan perut ibu pada janin akan membantu anak untuk mengembangkan memori, persepsi, cara berpikir, berbahasa, intelegensi, emosi, dan belajar cara berkomunikasi.
Hal senada dikatakan pemerhati budaya Indonesia Notty J. Mahdi. Notty menyebut, selain sentuhan terdapat beberapa cara berkomunikasi antara ibu dengan janin dalam kandungan. Di antaranya dengan mengajak bayi berbicara, mengajak bayi berinteraksi, memberikan stimulus belaian pada perut ibu, menyanyi, dan bersenandung untuk bayi.
“Karena pada dasarnya, indra peraba bayi mulai berkembang di usia kehamilan tujuh sampai delapan minggu. Karena itu, sentuhan ibu adalah bahasa pertama bagi bayi,” jelasnya.
Dia mengatakan, dengan melakukan berbagai macam komunikasi tersebut, akan berpengaruh pada perkembangan bayi. Apalagi peran besar ibu dibutuhkan sejak janin dalam kandungan.
“Ibu berperan besar, mulai bayi dalam kandungan sampai lahir dan menjadi dewasa. Semua tradisi tersebut terkait erat dengan sentuhan kasih sayang ibu,” pungkasnya.