Tes PCR dan antigen tak lagi wajib untuk perjalanan domestik. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Rizky Pradita Ananda

JAKARTA, iNews.id - Tes swab antigen atau pun PCR kini tidak lagi menjadi syarat wajib untuk pelakuperjalanan dalam negeri atau domestik untuk Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA).

Aturan baru tersebut hanya berlaku bagi orang-orang yang status vaksinasi primernya sudah lengkap dua dosis atau juga sudah mendapatkan dosis ketiga, yakni vaksin booster.

Lalu bagaimana jika dalam perjalanan, ada pelaku perjalanan yang mengalami gejala Covid-19? Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menjawab, yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan.

“Untuk menentukan gejala Covid-19 ya tentunya harus dilakukan pemeriksaan. Rasanya agak sulit saat melakukan perjalanan kita melakukan tes dan kemudian mendapatkan seseorang yang positif," kata dr. Nadia saat siaran langsung Update Perkembangan Covid-19 di Indonesia, Selasa (8/3/2022).

Namun, menurut dr. Nadia jikalau kondisi ini terjadi, pihak Kementerian Kesehatan pun sudah punya kantor kesehatan pelabuhan yang tentu sudah terbiasa menangani dan mengantisipasi kasus-kasus seperti ini.

Dia melanjutkan meski aturan skrining perjalanan untuk pelaku perjalanan domestik sudah tak lagi diterapkan, proteksi diri dengan vaksinasi lengkap dan booster serta disiplin protokol kesehatan. Antara lain tetap taat memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun masih harus dilakukan.

“Pada prinsipnya kita akan hidup berdamai dengan Covid-19, maka dari itu penting untuk proteksi diri dan orang lain. Selain dengan vaksinasi, juga dengan menjaga protokol kesehatan masih jadi bagian yang harus kita tegakkan,” katanya lagi.


Editor : Dyah Ayu Pamela

BERITA TERKAIT