JAKARTA, iNews.id - Pornografi kerap dianggap sebagai cara cepat meredakan stres sekaligus memicu pelepasan dopamin di otak. Namun di balik efek instan tersebut, terdapat berbagai dampak negatif yang berbahaya, terutama bagi kesehatan psikologis.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui unggahan di akun Instagram resminya mengungkapkan, konsumsi konten pornografi secara berlebihan dapat memicu gangguan mental hingga memengaruhi kehidupan sosial seseorang.
Salah satu dampak yang disorot adalah munculnya kecanduan ringan akibat lonjakan dopamin. Meski terlihat sepele, kondisi ini membuat otak menganggap pornografi sebagai “pelarian” saat stres. Akibatnya, dorongan untuk terus mengonsumsi konten serupa menjadi semakin kuat.
Selain itu, ketergantungan terhadap stimulasi instan membuat seseorang terbiasa mencari cara cepat untuk meredakan tekanan. Ini berpotensi menimbulkan rasa tidak puas, mudah bosan, serta menurunnya kemampuan fokus dan konsentrasi.
Kemenkes juga menekankan, efek tenang yang dirasakan setelah menonton pornografi sebenarnya hanya bersifat sementara. Stres yang dialami tidak benar-benar hilang, melainkan hanya tertunda.