JAKARTA, iNews.id - Bacaan doa malam Isra Miraj 27 Rajab dianjurkan untuk diamalkan umat islam. Malam Isra Miraj tersebut, menurut kalangan ulama merupakan salah satu malam mustajab dan penuh berkah.
Peristiwa dahsyat Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad SAW itu terjadi pada 27 Rajab di tahun kedelapan kenabian. Tahun ini, peringatan Isra Miraj jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026.
وَفِيْ لَيْلَةِ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْهُ أُسْرِيَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هُوَ مَشْهُوْرٌ مَعْلُوْمٌ.
Pada malam 27 bulan Rojab, Nabi shallallaahu alaihi wasallam diisra`kan, sebagaimana riwayat yang masyhur dan sudah maklum.
Menyambut malam Isra Miraj, Muslim dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah untuk meraih pahala. Berkaitan dengan amalan ibadah pada Bulan Rajab termasuk di dalamnya doa khusus malam isra Miraj 27 Rajab, ulama tidak bersepakat mewajibkan maupun melarangnya.
Dilansir dari Buku Masuk Neraka Gara-Gara Puasa Rajab, karya Ahmad Sarwat, para ulama terjadi perbedaan pandangan atau khilafiyah dalam masalah amalan ibadah di Bulan Rajab.
Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dalam kitabnya telah mencantumkan sebuah doa khusus untuk malam tersebut. Ia menjelaskan bahwa doa ini memiliki faedah yang besar.
مَنْ قَرَأَ بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ رَجَبَ ثُمَّ يَسْأَلُ الله حَاجَتَهُ فَاِنَّهَا تُقْضَى بِاِذْنِ اللهِ
Artinya, "Barang siapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.” (Abdullah al-Halabi, Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: tt], halaman 38).
Berikut ini bacaan doa khusus pada malam Isra Miraj 27 rajab yang bisa diamalkan lengkap dengan teks Arab, latin, beserta artinya.
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
Latin: Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.