Teks Khutbah Jumat 16 Oktober 2026 / Jumadil Awal Bikin Merinding, Lengkap Doa Penutup

Kastolani Marzuki
Ilustrasi teks khutbah Jumat edisi 16 Oktober 2026 bertepatan Bulan Jumadil Awal 1448 H. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Teks khutbah Jumat edisi 16 Oktober 2026 bertepatan Bulan Jumadil Awal 1448 H bisa menjadi referensi bagi khatib untuk disampaikan ke jemaah shalat Jumat. 

Para ulama sepakat bahwa khutbah Jumat termasuk syarat sah dari shalat Jumat, di mana shalat Jumat menjadi tidak sah apabila tidak didahului dengan dua khutbah.

Dasarnya adalah bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berkhutbah Jumat kecuali khutbah Nabi SAW terdiri atas dua khutbah yang diselingi dengan duduk di antara keduanya. Jumhur ulama juga sepakat menyebutkan bahwa kedudukan kedua khutbah ini menjadi pengganti dari dua rakaat shalat Dzhuhur. 

Umat Islam kini telah memasuki Bulan jumadil Awal 1448 H yang jatuh pada hari Senin, 12 Oktober 2026. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan konsisten mengerjakan amal ibadah dengan memperbanyak dzikir dan doa.

Nama Jumadil Awal memiliki arti khusus dalam bahasa Arab, di mana "Jumad" merujuk pada sesuatu yang beku atau keras. Kata ini mencerminkan kondisi cuaca di wilayah Arab pada masa lalu, ketika bulan ini jatuh pada musim dingin yang kering. “Awal” berarti pertama, karena bulan ini merupakan yang pertama dari dua bulan berturut-turut yang dinamai Jumad—bulan kedua adalah Jumadil Akhir.

Dalam konteks sejarah, masyarakat Arab praislam memiliki kebiasaan menamakan bulan berdasarkan perubahan musim dan kondisi alam. Nama Jumadil Awal mengingatkan pada ketahanan, adaptasi, dan kemampuan bertahan hidup dalam menghadapi keadaan yang tidak menentu. Oleh sebab itu, bulan ini menjadi sarat makna bagi banyak umat Muslim sebagai lambang kekuatan dan keteguhan iman.

Berikut contoh teks khutbah Jumat singkat Jumadil Awal bikin merinding tentang Istidraj Jebakan Kenikmatan yang Membinasakan dilansir dari laman kemenag.

Teks Khutbah Jumat 16 Oktober 2026 Jumadil Awal Bikin Merinding 

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt, Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Hari ini, kita berkumpul di majelis Jumat ini untuk bersama-sama beribadah dan merenungi nikmat serta anugerah yang telah dikaruniakan kepada kita.

Sejenak, mari kita hentikan kesibukan kita untuk mengingat bahwa setiap napas yang kita hirup, setiap langkah yang kita ambil, dan setiap rezeki yang kita nikmati adalah rahmat-Nya yang tak terhingga. Mari kita ungkapkan dengan ucapan ‘Alhamdulillahirabbil alamin’. Hal ini dilakukan dengan harapan agar kita tidak terjerumus dalam lembah istidraj.

Istidraj adalah pemanjaan agar lebih terjerumus kepada kehinaan, demikian penjelasan Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Majid Al-Nur.

Seseorang yang sedang diuji dengan istidraj akan mengira bahwa berbagai kenikmatan yang dimiliki adalah kemuliaan dari Allah, padahal Allah sedang menghinakan perlahan-lahan dan bahkan membinasakan. Dia selalu berbuat maksiat dan tidak beribadah namun Allah berikan kemewahan dunia. Allah memberikan harta yang berlimpah padahal dia tidak pernah bersedekah. Allah karuniakan rezeki berlipat-lipat padahal jarang shalat, tidak senang pada nasihat ulama, dan terus berbuat maksiat.

Hidupnya dikagumi, dihormati, padahal akhlaknya rusak, langkahnya diikuti, diteladani dan diidolakan, padahal bangga mengumbar dosa dan maksiat. Dia sangat jarang diuji dengan sakit padahal dosa-dosanya menggunung. Tidak pernah diberikan musibah padahal gaya hidupnya penuh jumawa, meremehkan sesama, dan angkuh.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
3 hari lalu

5 Peristiwa di Bulan Jumadil Awal, Dari Pernikahan Rasulullah SAW hingga Kelahiran Hujjatul Islam

7 hari lalu

Teks Khutbah Jumat 9 Oktober 2026 / Rabiul Akhir Singkat Terbaru Bikin Menangis

3 hari lalu

Monas Dipadati Umat Islam, Habib Umar Hadiri Tablig Akbar Majelis Rasulullah

14 hari lalu

Teks Khutbah Jumat 2 Oktober 2026 / Rabiul Akhir 1448 H Paling Bagus dan Singkat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal