JAKARTA, iNews.id - Tren busana muslim di Indonesia saat ini tengah naik daun. Semakin banyaknya wanita muslim yang mengenakan hijab membuat busana muslim semakin populer.
Dari banyak model busana muslim, umumnya wanita Indonesia memilih menggunakan bahan berwarna netral, seperti putih, hitam dan krem. Ketiga warna tersebut dipilih karena mudah memadupadankannya dengan celana maupun rok berwarna gelap yang umun dikenakan.
Creative Director Anemone, Hannie Hananto mengatakan, bila ketiga warna ini diaplikasikan ke dalam pakaian dengan kisaran harga jual Rp400-500 ribu banyak peminatnya. Sementara untuk model warna-warna cerah konsumen kebanyakan berasal dari daerah.
"Pembeli banyak dari daerah Sumatera dan Sulawesi, khususnya Makkasar. Warna yang dipilih kebanyakan kuning, oranye, dan hijau terang. Tapi memang pembeli lebih banyak yang membeli warna monokrom," ujarnya, saat ditemui dalam acara Bekraf Financial Club (BFC) di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/8/2018).
Semakin diminatinya busana wanita muslim memberi peluang usaha baru bagi para perancang untuk menuangkan kreativitas dalam membuat pakaian, sehingga brand besar dari luar negeri ikut melirik pangsa pasar tersebut.
Hannie memandang pangsa pasar dalam negeri masih menjanjikan. Bahkan, banyak orang yang tidak mempersoalkan harga ketika membeli baju buatannya. Dia berharap pangsa pasar dalam negeri tetap dipegang perancang busana Indonesia.
"Di Indonesia, konsumen mau ngelaurin uang Rp500 ribu. Saat event di Amerika, 50 dolar AS ditawar, bahkan sampai 10 dolar AS," katanya.
Dia pun mengembangkannya dengan mencoba berjualan online melalui situs penjual gaya busana wanita. "Kalau koleksi busana muslim itu banyak. Survei jualan online pertama kerudung, dres, lalu tunik. Paling banyak warna yang dipilih adalah monokrom," ujar Hannie.