JAKARTA, iNews.id – Keputusan Aurelie Moeremans menggratiskan buku memoarnya berjudul Broken Strings menuai perhatian luas publik. Buku yang mengulas pengalaman kelam masa lalunya ini sengaja dibagikan gratis demi satu tujuan mulia, yaitu membantu orang lain agar tak mengalami luka yang sama.
Lewat Broken Strings, Aurelie secara terbuka membagikan kisah hidupnya, termasuk pengalaman traumatis sebagai korban child grooming. Alih-alih menjadikannya produk komersial, Aurelie justru memilih membuka akses seluas-luasnya agar siapa pun bisa membaca dan belajar dari kisah tersebut.
Aurelie mengungkapkan, niat awal menggratiskan buku ini murni karena keinginannya menyelamatkan perempuan lain dari situasi serupa. Baginya, jika ada satu saja korban yang terselamatkan, semua penderitaan yang pernah dia alami tidak akan sia-sia.
“Niat awalnya adalah, kalau aku bisa menyelamatkan satu saja ‘Aurelie kecil’ lain di luar sana, semua yang terjadi sama aku gak sia-sia. Aku release ini karena memang hanya ingin membantu perempuan-perempuan agar gak usah mengalami apa yang aku alami,” ujar Aurelie, dikutip Selasa (13/1/2026).
Buku Broken Strings memuat kisah perjalanan hidup Aurelie yang ditulis dengan jujur dan apa adanya. Dia mengisahkan bagaimana relasi manipulatif yang dijalaninya perlahan membentuk trauma mendalam, termasuk dampak psikologis jangka panjang seperti rasa bersalah, kebingungan, hingga kehilangan kendali atas diri sendiri.