JAKARTA, iNews.id – Usai menjalani operasi plastik hidung atau rhinoplasty di Thailand, selebgram Clara Shinta disarankan menjalani terapi hiperbarik untuk mempercepat proses pemulihan. Hal ini pun membuat publik penasaran, sebenarnya apa itu hiperbarik?
Clara Shinta membagikan pengalamannya melalui media sosial, termasuk keluhan yang dirasakan pascaoperasi. Dia mengaku sempat mengalami kesulitan tidur dan pembengkakan di area hidung, yang merupakan kondisi umum setelah tindakan oplas.
"Aku disarankan hiperbarik di hari ke-3 supaya bengkaknya cepat kempes dan bisa tidur lebih pulas," ujar Clara, dikutip dari Instagram pribadinya, Rabu (22/4/2026).
Terapi hiperbarik atau dikenal dengan istilah hyperbaric oxygen therapy adalah metode pengobatan yang dilakukan dengan cara menghirup oksigen murni di dalam ruang bertekanan tinggi. Terapi ini bertujuan meningkatkan kadar oksigen dalam darah, sehingga mempercepat proses penyembuhan jaringan yang rusak.
Dalam dunia medis, terapi hiperbarik sering digunakan untuk membantu pemulihan luka, termasuk luka pascaoperasi. Dengan suplai oksigen yang lebih tinggi, tubuh dapat memperbaiki jaringan lebih cepat sekaligus mengurangi pembengkakan dan risiko infeksi.